Minggu, 30 Juni 2013

10 Tips Menghadapi Ramadhan

Langkah 1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sihat wal afiat. Dengan keadaan sihat, kita dapat melaksanakan ibadah secara maksima di bulan itu, baik puasa, solat, tilawah, dan zikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahawa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rejab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” artinya, “ Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rejab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.” (Riwayat. Ahmad dan Tabrani) Para salafus-salih selalu memohon kepada Allah agar diberikan kurnia bulan Ramadhan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” artinya, “Ya Allah, kurniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan redhai.”
Langkah 2. Bersyukurlah dan puji Allah atas kurnia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam keadaan sihat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.
Langkah 3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan khabar gembira kepada para sahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu syurga dan menutup pintu-pintu neraka.” (Riwayat Ahmad). Salafus-salih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan kerana bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.
Langkah 4, Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat. Kerana itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang dapat membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Langkah 5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktiviti-aktiviti kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Muhamad (47): 21]
Langkah 6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.
Langkah 7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [An-Nur (24): 31]
Langkah 8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tazkiyatun-nafs. Hadiri majlis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan
Langkah 9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan: seperti membuat catatan kecil untuk tazkirah tarawih serta selepas solat subuh dan zuhur serta membahagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.
Langkah 10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nasuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, isteri, anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahim. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

CINTA YANG AGUNG karya KAHLIL GIBRAN

Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan masih peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’
Apabila cinta tidak berhasil…bebaskan dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu tidak perlu mati
bersamanya…
Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang..
melainkan mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh
About these ads

Cerpen Rame : PENELITI WANNABE!!


Penulis: i-one
Gue itu paling takjub ama penemu. Entah itu penemu listrik, pesawat, telepon, komputer, ama penemu mayat aja gue kagum. Kalau baca masalah penelitian, gue sering banget berpikir gini: Kok bisa-bisanya mereka menemukan sebuah teori atau alat yang di luar jangkauan manusia pada saat itu?
Coba bayangkan... kepikir gak kalau pesawat yang begitu beratnya bisa terbang? Nerbangin layang-layang aja gue ngos-ngosan.
Belum lagi penemu telepon. Suara kita bisa di dengar orang lain di tempat jauh hanya dengan sebuah alat. Ajaib banget kan? Yah, meskipun kakek gue tetep aja gak bisa denger biar kata pake telepon atau HP sekalipun, lah... gue teriak di sampingnya aja masih gak jelas di kupingnya. Hehe.
Karena kekaguman terhadap para penemu inilah, gak heran kalau gue semasa kecil sering banget melakukan penelitian. Mulai dari ngutak-atik TV yang akhirnya meledak dengan sukses, membedah kodok yang ujung-ujungnya gue gak tahu mana jantung, mana paru, mana ginjal, yang pada akhirnya gue lempar secara mengenaskan.
Di antara penelitian yang gue lakukan yang dianggap gila ama teman dan kakak gue adalah MENANAM KURMA! Ya, menanam kurma di daerah tropis. Walaupun dianggap gila oleh temen sebaya gue yang hobi maen gundu, gue tetap nekat pada saat itu.
Gue ambil biji kurma lalu gue masukkan ke dalam pot yang berisi pasir. Pasirnya ini gue sangrai dulu dengan wajan milik nyokap gue. Kenapa mesti gue sangrai, pada saat itu gue mikir pasti pasir Timur tengah itu panas banget. Ya, nggak. Kalau loe menggangguk, berarti loe sama gilanya kayak gue, hehe…
Setelah beberapa hari gue perhatikan biji kurmanya, kok gak mengalami perubahan apa pun. Gue putar otak gue, yang depan gue taruh ke belakang,yang di belakang gue taruh ke depan. Gue lakukan analisis kenapa nih biji kurma gak tumbuh-tumbuh, apa kurang panas ya? Akhirnya pot yang berukuran kecil itu gue taruh di dapur, dekat dengan tungku perapian nyokap gue (Waktu itu di rumah gue belum ada kompor).
Sehari kemudian, gue perhatikan biji kurma itu, apa tumbuh apa gak? Ternyata sama, gak ada perubahan Sodara-sodara. Pala gue puyeng. Kok gak tumbuh-tumbuh sih. Akhirnya gue nemuin ide cemerlang. Biji kurmanya yang gue bakar! Lalu gue kembalikan ke dalam pasir.
Beberapa hari menunggu tak ada juga perubahan. Gue anggap penelitian gue gatot, gagal total Bos. Akhirnya pot yang berisi biji kurma dan pasir itu gue cemplungkan ke dalam tungku api. Lama gue tunggu, akhirnya pot beserta biji kurma itu habis dilahap api. Gue senyum-senyum sendiri. Kalau di dunia tuh biji kurma gak mau tumbuh, pasti di akherat dia tumbuh dengan lebatnya! Hehe...
Selesai dengan penelitian dengan biji kurma gue beralih ke Kerbau. Loh, kok Kerbau. Bingung kan? Mau diapain tuh Kerbau? Mau dibedah? atau mau disate? Itu sih jawaban kurang kreatif dan khas orang kelaperan. Jawaban yang benar adalah mau dicolok hidungnya! Kok dicolok? Penelitian apa nih? Mau tau aja loe…
Baik, baik... jangan marah dulu dong Bos. Gue akan beri tahu kenapa gue tertarik buat nyolok hidung Kerbau. Alasannya adalah: Gue pengen ngebuktiin sebuah pepatah “Bagai kerbau yang dicolok hidungnya”.
Gue penasaran banget, apa benar Kerbau akan diam jika dicolok hidungnya? Kenapa bukan makhluk lain yang dijadikan pepatah ini, misalnya: “Bagai semut yang dicolok hidungnya” (Emang semut ada lubang hidungnya ya? Nyoloknya juga pakai apaan?Sinting nih yang bikin permisalan!).
Makanya gue berkeliling buat cari Kerbau. Tetangga gue sebenarnya melihara binatang, cuma bukan Kerbau melainkan ayam, bebek, ikan, kelinci, burung kasuari, singa, serigala, jerapah, kuda nil (Emang kebun binatang!).
Lama berkeliling, akhirnya gue menyerah juga. Gue gak tahu kerbau ada di mana?Apakah dia sedang risau mencari gue juga? Apakah dia merindukan gue, seperti gue merindukan dia? Ahhh… kering rasanya air mata ini menantikan kehadiranmu. Kerbau…ohhh, Kerbau betapa gue ingin bertemu dengan loe, walaupun hanya sesaat dan bilang: Bolehkah gue colok hidung loe?
Karena gak ada kerbau,akhirnya gue milih Sapi sebagai percobaan gue. Kenapa sapi? Berikut alasannya:
1.Paman gue pelihara Sapi.
2.Badannya hampir sama dengan Kerbau.
3. Persatuan Indonesia (Emang sila ketiga?)
Setelah nengok kanan dan kiri, akhirnya gue bisa bernafas lega. Gak ada orang selain gue. Aman. Gue ambil ranting pohon yang ada di sekitar halaman tempat sapi diternakkan.
Gue perhatikan Sapi itu dengan seksama. Asli dia cuex banget. Perlahan-lahan gue arahin ranting pohon yang gue pegang menuju hidungnya. Jantung gue naik turun Bos! Napas gue ngos-ngosan. Akhirnya ranting pohon itu masuk tepat ke dalam lubang hidung si Sapi. Gue masukin dalem-dalem.Tiba-tiba…
“Mamaaaa…”Gue teriak nyaring. Sapinya MARAH!! Badannya berusaha ngejar gue. Gue ngacir gak karuan. Sapinya juga teriak nyaring. “Mmmmooooo, Mmmmoooo….” Kalau diterjemahin dalam bahasa Indonesia artinya kira-kira gini: “Emoh...emoooh!”
Gue seperti orang kesurupan. Gue lari sekencang-kencangnya. Kalau gue ikut lomba lari di Olimpiade gue yakin bakal menang. Kepala gue nengok ke belakang, sapinya masih gejar gue apa gak? Kaki gue perlahan-lahan ngerem kecepatannya. Sapinya udah diam di tempat, tali yang ngikat lehernya rupanya bisa nahan tubuh dia yang bongsor buat diam di tempat. Alhamdulillah, kata gue dalem ati. Hampir aja gue mau DIAJAKIN MAIN PANCO!!!
Kesimpulan penelitian gue :
  1. Jangan nyolek-nyolek Sapi, Apalagi mamerin pisau. Pasti sapinya nganggap loe mau ngajak dia buat memotong sayur-sayuran. Ingat, sapi gak tertarik buat masak. Baik itu sapi betina apalagi sapi jantan.Lagian ngapain sih,ngajak sapi buat masak, lho wong makan aja gak pernah dimasak. Dasar kurang kerjaan! Hehe...
  2. Pastikan sapi terikat dengan kencang apabila loe mau dekat-dekat buat penelitian. Kenapa? Sapi ini sangat tidak berperike’SAPI’an. Loe diam,dia ngelirik-ngelirik penuh curiga, loe lirik, dia marah, nah kalau loe cubit pasti dia bakal cubit balik. Ah,yang bener nih? Bener kok.Bener kalau gue bo’ong. Haha..
  3. Perlahan-lahan dalam mendekati sapi! Pasang muka seculun mungkin. Kalau perlu sisir rambut loe sejadul mungkin, pasang kaca mata supertebal dengan kawat gigi yang aduhai. Kalau kebetulan gak cukup duit buat pasang behel, paman gue punya banyak kawat kok! Sisa betulin pagar lebaran kemaren. Pasti sapinya gak akan buruk sangka ama loe, kalau pun nantinya sapinya ngamuk, tenang. Jangan panik! Pamerkan gigi kawat loe ke sapi tersebut, pasti sapinya langsung tertawa terpingkal-pingkal.
Satu bulan setelah penelitian mematikan di kandang sapi...
“Wan, beli garam dong, di warung Bu Maryo!” Kepala Nyokap tiba-tiba nogol dari balik pintu sambil menjulurkan uang lima ribu rupiah. Gue yang sedari tadi lagi sibuk ngutak-atik setrika yang sudah rusak langsung noleh.

“Bau, apa nih?” Kata nyokap, gue yakin doski lagi ngendus-endus mencari tau arah bau. Nyokap langsung masuk ke kamar gue. Tentunya gue panik tapi tetep sok cool.
Dengan cepat, gue halangi tubuh nyokap agar tidak mengobrak-abrik kamar gue yang emang udah berantakan. Usaha gue sia-sia,nyokap tetap kekeuh nyari penyebab bau kamar gue. Alamak, matilah gue. Ini lebih menakutkan daripada diteriakin sapi minggu kemaren!
Beberapa menit kemudian, nyokap mengarahkan kepalanya ke arah kolong tempat tidur gue. Asli gue takut banget. Bagaimana kalau nyokap tau, kalau toplesnya yang selama ini hilang ditemukan di kamar gue, apalagi kalau sampai nyokap tau gue nyolong ikannya dua ekor yang pada saat itu hendak nyokap goreng. Tuhan, ampunilah dosa hamba-Mu yang ganteng ini…
“Ahhh….” Nyokap gue teriak nyaring ketika mengeluarkan toples bening dari kolong ranjang gue.
Gue yang denger, reflek teriak juga, “Ahhhhh…B…C….D…”
Tiba-tiba toples yang dia pegang langsung dia lempar gak tentu arah. Gila, toplesnya pecah secara mengenaskan. Nyokap, langsung berlari keluar dari kamar. Gue yang bengong, langsung ikut keluar menghampiri nyokap yang terlihat syok. “Kenapa,Ma?”
Dengan napas ngos-ngosan, nyokap natap mata gue tajam.
“Ngapain kamu pelihara belatung yang jelek kayak gitu?” Mata nyokap melotot, sambil bergidik berulang kali.
“Belatung? Belatung, apaan?” Kali ini gue heran betulan.
Nyokap gue pasang muka galak. “Liat sendiri di toples yang mama pecahin!”
Bentaknya sambil berlalu menuju dapur. Gue mikir cukup lama. Belatung, perasaan gue gak pernah pelihara belatung. Akhirnya gue ingat sesuatu. Gue pernah mencoba teorinya Abiogenesis dan Biogenesis. Ya, gue coba dengan menggunakan dua toples yang berisi ikan. Toples satu pakai penutup kain yang bisa dilalui udara, yang satu toplesnya gak pakai penutup apapun.
Belatung? Gue seperti tersadar, gue langsung berlari menuju kamar lagi. Gue pandangi dengan seksama toples yang dipecahin nyokap. Gue lihat,ada beberapa lalat yang masih mengerubungi ikan yang udah busuk itu. Mata gue berbinar bahagia ketika melihat belatung yang bergerak meliuk-liuk tak tentu arah. Untuk membuktikan teori tersebut, gue pun mengambil toples yang tertutup kain dikolong tempat tidur gue. Mata gue takjub melihat apa yang terjadi. Tak ada satu pun belatung di sana.
“Louis Pastur, loe bener, makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya, bukan berasal dari makhluk mati!” Teriak gue nyaring sambil goyang jingkrak-jingkrakan.
Dari kejauhan, gue denger nyokap teriak dengan lantang. "Iwan, jatah jajanmu mama potong selama satu minggu, karena udah ngambil toples mama tanpa izin dan udah nyuri jatah ikan!”
Whaaaat? Jatah jajan satu minggu dipotong? Yaah, gue pikir bakal gak dikasih uang jajan sebulan. Hehe, cuma satu minggu sih... yaa gak masyalah! Gue nyengir ala Shaun The Sheep.
Loe gak usah kagum gitu dong! Beginilah nasib jadi peneliti, apalagi kalo loe mau jadi peneliti di indonesia. Sedikit pendukung, sedikit dana, banyak pengorbanan! Kalo loe gak takut berjuang—kayak gue niih—loe boleh deh terinspirasi dari semangat gue. Telitilah segala hal yang menurut loe berguna! Jangan takut hujatan apalagi hinaan, masih lebih bagus dihina daripada menghina... hehe.
Okey? See u bye bye... gue masih harus lanjutin penelitian gue tentang setrikaan rusak , bener-bener heran gue... kok makin gak jelas bentuknya yah. Kayaknya musti gue rendem sekali lagi! (*)

Sabtu, 29 Juni 2013

BEASISWA DATAPRINT

Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun ketiga. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 dan 2012, maka DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa.  Hingga saat ini lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi penggunanya.
Di tahun 2013 sebanyak 500 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint.  Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.
Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi. Jadi, segera daftarkan diri kamu, klik kolom PENDAFTARAN pada web ini!
Pendaftaran periode 1 : 1 Februari – 30 Juni 2013
Pengumuman                : 10 Juli 2013

Pendaftaran periode 2   : 1 Juli – 31 Desember 2013
Pengumuman                : 13 Januari 2014

PERIODE
JUMLAH PENERIMA BEASISWA
@ Rp 1.000.000 @ Rp 500.000 @ Rp 250.000
Periode 1
50 orang
50 orang
150 orang
Periode 2
50 orang
50 orang
150 orang

Jumat, 28 Juni 2013

MENUMBUHKAN JIWA ENTERPRENEURSHIP


Oleh : EGI SAFITRI
Sudah sedari dulu pemuda diberbagai daerah merantau keluar dari desa dengan harapan bisa memperbaiki kehidupan. Dengan keterampilan yang seadanya, tidak menyurutkan niat mereka untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Dengan bermodalkan hanya tenaga dan mental nekad, mereka beranikan diri untuk mengadu nasib di kota tujuan. Jakarta jelas menjadi tempat primadona pertama yang dijadikan pilihan untuk bekerja. Hal ini tidak lepas dari ekspektasi bahwa di Jakarta kita bisa mendapatkan segalanya. Apalagi kalau pada saat lebaran, para perantau datang dengan pakaian yang bagus dan membawa uang banyak, jelas ini akan menjadi magnet yang semakin menyedot mereka untuk datang.
Dari cerita di atas, banyak orang yang hanya terkecoh dengan hasilnya saja. Banyak yang merasa iri dan ikut terbuai untuk mengikuti jejak temannya. Padahal ketika mereka merasakan sendiri, ternyata proses untuk mendapatkan itu tidak mudah.
Melihat kondisi tersebut, tentu ada keprihatinan tersendiri bagi saya sebagai salah seorang yang berasal dari desa juga. Walaupun belum bekerja, namun saya tidak pernah bisa membayangkan bagaimana jika saya bekerja di luar daerah tanpa dibekali keterampilan yang cukup. Jelas akan sangat merepotkan bagi kelangsungan hidup kita sendiri. Untuk mengatasinya jelas harus ada pemotongan siklus, agar tidak terjadi terus menerus. Salah satu solusinya jelas dengan pendidikan, tingkat pendidikan yang tinggi akan membuat pikiran seseorang lebih luas lagi dalam memandang sesuatu hal. Tentu masalah yang akan muncul ke permukaan, tidak semua orang tua bisa menyekolahkan anaknya sampai jenjang ini. Kalaupun ada yang sanggup belum tentu berbanding lurus dengan kemampuan yang diperoleh, mengingat ilmu dan keterampilan yang didapatkan di sekolah tidak serta merta berbanding lurus dengan dunia kerja.
Satu-satunya jalan yang bisa dilakukan adalah dengan menumbuhkan jiwa entrepreneur (wirausaha) pada anak semenjak kecil. Dengan harapan setelah dewasa mereka mempunyai keberanian untuk membuka usaha. Karena tidak semua orang punya keberanian itu, perlu mental yang cukup besar juga untuk bisa membuka usaha sendiri. Karena resiko yang dihadapi jelas penolakan dan juga cemoohan dari orang sekitar. Tapi kalau hal ini bisa diatasi, jelas ini bisa menjadi point tersendiri.
Entrepreneurship atau kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Siapa yang dapat menjadi wirausaha? Sering sekali pertanyaan seperti itu muncul. Semua dari kita itu bisa menjadi seorang wirausaha. Kita tahu bahwa untuk menumbuhkan jiwa wirausaha yang tangguh pada diri seseorang memang membutuhkan waktu yang terbilang lama serta dibutuhkan kesabaran untuk selalu mengasahnya. Jiwa entrepreneurship atau jiwa wirausaha memang dapat diupayakan untuk dikembangkan  serta dibekalkan pada seseorang (terutama pada pemuda) untuk menguatkan mental seseorang tentang entrepreneurship. Wirausahawan itu sendiri lahir dari bakat, pengetahuan, pengalaman, dan lingkungan.
Cara yang sering ditempuh untuk menumbuhkan jiwa wirausaha yaitu dengan mengikuti seminar-seminar umum tentang kewirausahaan, membiasakan menjalani kehidupan dengan semangat tinggi untuk berpola hidup produktif. Menanamkan gagasan bahwa setiap waktu adalah uang, setiap tenaga adalah kerja dan setiap ide merupakan inovasi perubahan. Dan menumbuhkan bahwa seorang pemuda memang siap untuk menjadi wirausaha muda yang sukses.    
Jiwa wirausaha memang dapat ditumbuhkan dalam diri setiap orang, oleh karena itu bagi setiap pemuda masing-masing memiliki potensi untuk mengembangkan prinsip entrepreneurship pada diri mereka dan siap untuk menjadi wirausaha muda yang sukses.
Adapun krakter yang harus dimiliki untuk mencapai semua tujuan itu yakni memiliki sifat personal yang tinggi, seperti mandiri, optimis, dan percaya diri. Kita sebagai calon wirausaha juga harus smart, dalam arti mampu mengambil resiko, dan mampu menerima tantangan dalam hal apapun. Kemudian Organisatoris yaitu memiliki sifat kepemimpinan (leadership), tanggap saran, kriktik, dan senang bergaul. Lalu memiliki jiwa social yang baik seperti visioner, peka terhadap keadaan dan inventif. Dalam hal ekonomis, seorang calon wirausah harus mampu mengejar nilai tambah (laba), inisiatif, dan selalu berpikir bahwa tiada hasil tanpa kerja. Terakhir dalam tabiat seorang calon wirausaha harus motivatif, berpikit terbuka dan inovatif.
Sekarang setelah kita memiliki karakter sebagai seorang wirausaha, apa yang harus kita lakukan? Mulailah dari diri sendiri, mulailah dari sekarang, mulailah dari yang kecil, mulailah menuntut ilmu, dan mulailah belajar pada ahlinya. Kunci Utama ada pada Tekad dan Pilihan Pribadi. Tangkap peluang seperti masalah-masalah , kebutuhan-kebutuhan, keinginan-keinginan, karena diciptakan. Berdayakanlah Peluang, ada beberapa pendapat bagaimana orang-orang memberdayakan peluang seperti Orang bodoh menyia-nyiakan peluang, Orang pintar menunggu peluang, Orang bijak mencari peluang, Orang yang pintar dan bijak akan menciptakan peluang. Bertindak menangkap peluang Lakukan apa yang anda senangi dengan pikiran dan waktu Anda. Bertindaklah dari diri sendiri, dari sekarang dan dari yang terkecil.

Selasa, 25 Juni 2013

Pemuda Masa Depan

Tipe pemuda yang akan menjadi pemimpin masa depan yaitu :
1. Memiliki kematangan Jiwa
    "Menjadi Tua itu pasti, namun menjadi matang itu belum pasti"
2. Memiliki Akal yang Cerdas
    "Pemuda yang baik adalah pemuda yang bukan datang dengan seikat Mawar tapi datang dengan seikat Mahar"
3. Rendah Hati, Rendah Diri
    "Terminal terakhir cinta adalah pernikahan, maka pastikanlah cintamu tumbuh tepat pada waktunya, karena apabila nama sudah tercetak tebal di hati itu akan sulit untuk dilupakan"

Menghitung Volume dengan MATLAB



Program untuk menghitung Volume dan Luas Permukaan Bangun Ruang dalam satu script
Jawab :
%Menghitung Volume danLuasBangunRuang
clearall
clc
disp('MENGHITUNG VOLUME DAN LUAS BANGUNAN RUANG');
disp('=========================');
disp(' 1. Volume danLuas Bola ');
disp('=========================');
r=input('Input Nilaijari-jari = ');
V=(4/3)*pi*r^3;
L=4*pi*r^2;
disp('------------------------');
disp('jadiVolumenyaadalah = ');
disp(V);
disp('jadiluasnyaadalah = ');
disp(L);
disp('-------------------------');
disp('===========================');
disp(' 2. Volume danLuasBalok  ');
disp('===========================');
p=input('Input NilaiPanjang = ');
l=input('Input NilaiLebar   = ');
t=input('Input NilaiTinggi  = ');
Vb=p*l*t;
Lb=2*(p*l+l*t+p*t);
disp('-------------------------');
disp('Jadi Volume Balok = ');
disp(Vb);
disp('jadiLuasnyaadalah = ');
disp(Lb);
disp('-------------------------');
disp('============================');
disp('  3. Volume danLuasTabung ');
disp('============================');
r1=input('Input NilaiJari-jari = ');
h=input('Input Nilaitinggi     = ');
Vt=pi*r1^2*h;
Lt=2*pi*r1*h;
disp('-------------------------');
disp('Jadi Volume Tabungadalah = ');
disp(Vt);
disp('JadiLuasnyaadalah = ');
disp(Lt);
disp('-------------------------');
disp('==========================');
disp(' 4. Volume danLuasKubus ');
disp('==========================');


s=input('Input Nilaisisi = ');
Vk=s^3;
Lk=6*s^2;
disp('-------------------------');
disp('jadi Volume Kubus = ');
disp(Vk);
disp('JadiLuasnyaadalah = ');
disp(Lk);
disp('-------------------------');
disp('============================');
disp(' 5. Volume danLuasKerucut ');
disp('============================');
r2=input('Input Nilaijari-jari  = ');
p=input('Input NilaiApotema     = ');
t2=input('input NilaiTinggi     = ');
Vc=pi/3*r^2*t;
Lc=pi*r*(r+p);
disp('--------------------------');
disp('Jadi Volume Kerucut  = ');
disp(Vc);
disp('JadiLuasnyaadalah = ');
disp(Lc);
disp('--------------------------');
disp('==========================================');
disp('  6. Volume danLuasKerucutTerpancung   ');
disp('==========================================');
rk1=input('Input Jari-Jari1 KerucutTerpancung = ');
rk2=input('input Jari-Jari2 kerucutTerpancung =');
tk=input('Input TinggiKerucutTerpancung    = ');
p1=input('Input ApotemaKerucutTerpancung   = ');
Lb1=pi*rk1^2;
La=pi*rk2^2;
Ls=pi*p*(rk1+rk2);
Lpk=Lb1+La+Ls;
Vkt=pi/3*t*(rk1^2+rk2^2+rk1*rk2);
disp('-------------------------------------');
disp('Jadi Volume KerucutTerpancung = ');
disp(Vkt);
disp('JadiLuasnyaadalah = ');
disp(Lpk);
disp('-------------------------------------');



hasil run :

MENGHITUNG VOLUME DAN LUAS BANGUNAN RUANG
=========================
 1. Volume danLuas Bola
=========================
Input Nilaijari-jari = 2




------------------------
jadiVolumenyaadalah =
   33.5103

jadiluasnyaadalah =
   50.2655

-------------------------
===========================
 2. Volume danLuasBalok
===========================
Input NilaiPanjang = 3
Input NilaiLebar   = 4
Input NilaiTinggi  = 5
-------------------------
Jadi Volume Balok =
    60

jadiLuasnyaadalah =
    94

-------------------------
============================
  3. Volume danLuasTabung
============================
Input NilaiJari-jari = 3
Input Nilaitinggi     = 4
-------------------------
Jadi Volume Tabungadalah =
  113.0973

JadiLuasnyaadalah =
   75.3982

-------------------------
==========================
 4. Volume danLuasKubus
==========================
Input Nilaisisi = 5
-------------------------
jadi Volume Kubus =
   125

JadiLuasnyaadalah =
   150

-------------------------
============================
 5. Volume danLuasKerucut
============================
Input Nilaijari-jari  = 3
Input NilaiApotema     = 4
inputNilaiTinggi     = 5
--------------------------
Jadi Volume Kerucut  =
   20.9440





JadiLuasnyaadalah =
   37.6991

--------------------------
==========================================
  6. Volume danLuasKerucutTerpancung
==========================================
Input Jari-Jari1 KerucutTerpancung = 2
input Jari-Jari2 kerucutTerpancung =3
Input TinggiKerucutTerpancung    = 2
Input ApotemaKerucutTerpancung   = 2
-------------------------------------
Jadi Volume KerucutTerpancung =
   99.4838

JadiLuasnyaadalah =
  103.6726

-------------------------------------